Rabu, 09 April 2014

Final Fantasy VII

FINAL FANTASY VII




Final Fantasy VII, permainan peran video yang dikembangkan oleh Squaresoft (sekarang bernama Square Enix) dan pertama kali dirilis pada tahun 1997, menceritakan banyak tokoh-tokoh rekaan, baik dalam peranan utama maupun sampingan. Permainan ini menceritakan kisah Cloud Strife, seorang tentara bayaran berriwayat hidup malang, bergabung dengan sebuah kumpulan eko-teroris dengan tujuan untuk menghentikan megakorporasi Shinra dari tindakannya yang menguras nyawa Planet untuk digunakan sebagai sumber energi. Seiring berjalannya cerita, bertimbulnya konflik-konflik dan keselamatan dunia lalu menjadi perhatian utama kelompok ini pada saat datangnya cabaran dan musuh-musuh baru, menantangi kelompok tersebut. Pada akhirnya, Cloud dan rekannya menghadapi penentang terutama di permainan ini, Sephiroth.

Berikut karakter-karakter dalam Final Fantasy VII:

Cloud Strife
Tifa Lockhart

Aerith Gainsborough
Barret Wallace




Red XIII





















Cait Sith

Cid Highwind



Vincent Valentine
Yuffie Kisaragi



















Berikut saya akan menjelaskan 2 karakter dari karakter-karakter diatas :

Cloud Strife
Awalnya dikenal sebagai mantan SOLDIER 1st Class, Cloud adalah seorang mercenary yang mencari uang dengan menerima bayaran atas aksi-aksinya. Atas referensi dari Tifa Cloud dikontrak oleh kelompok pemberontak Avalanche untuk membantu misi mereka meledakkan reaktor Mako Shinra di Midgar. Dalam misi kedua untuk meledakkan reaktor kelima, ia terjatuh ke gereja di area slum dan bertemu gadis penjual bunga bernama Aerith yang diburu-buru oleh Shinra. Cloud bersedia menjadi bodyguardnya dengan bayaran sekali kencan.

Setelah kehancuran Avalanche dan mereka terpaksa meninggalkan Midgar , Cloud dipilih sebagai pemimpin baru. Mereka memburu Sephiroth yang bermaksud menggunakan black materia untuk mensummon meteor untuk menghantam bumi. Cloud sendiri memiliki dendam pada Sephiroth yang telah menghancurkan kampung halamannya, Nibelheim, dan

Cloud adalah seorang pemuda berambut jabrik (sering dijuluki sebagai rambut Chocobo) dan bertarung dengan senjata berupa pedang raksasa. Awalnya senajta yang dipakainya adalah Buster Sword, pedang yang tadinya digunakan oleh sahabatnya Zack. Teknik terkuat Cloud adalah Omnislash, yang dalam game FFVII didapat dari Battle Area di Gold Saucer.

Meski awalnya diceritakan sebagai SOLDIER 1st Class, belakangan terungkap Cloud bahkan tidak berhasil lulus dalam tes masuk SOLDIER, dan hanya berstatus prajurit rendahan. Kemampuan Cloud meningkat secara drastis setelah ia menjadi korban eksperimen Hojo di Shinra Mansion selama hampir 5 tahun, sampai ia dibantu Zack dalam pelarian mereka menuju Midgar.cloud strife.


Tifa Lockhart
Tifa adalah teman sejak kecil Cloud, meski mereka tidak begitu mengenal satu sama lain. Saat 13 tahun, Cloud mengatakan pada Tifa bahwa dia akan menjadi anggota SOLDIER bagi perusahaan Shinra.

Tifa bekerja sebagai pemilik bar Seventh Heaven dan anggota AVALANCHE, serta memendam perasaan pada Cloud. Sifatnya yang pemalu sering dikalahkan oleh sifat ceria dan agresif Aerith.

Tifa digambarkan sebagai sosok gadis berwajah cantik yang memiliki postur badan yang indah. Tifa memiliki rambut cokelat hitam panjang dengan ujung yang membentuk seperti ekor lumba-lumba, dan bermata cokelat kemerahan. Tifa memakai anting-anting bentuk air mata, tank top putih pendek, rok mini hitam, sarung tangan, penahan siku besi, kaus kaki hitam serta sepatu bertali. Dia menggunakan tinju dan tendangannya sebagai senjata. Penampilannya bertolak belakang dengan sifatnya. Dilihat dari pakaiannya yang cukup terbuka dan serba mini, Tifa bukanlah seorang yang genit, melainkan gadis pemalu.




Rabu, 26 Maret 2014

Game Concept Worksheet

Game : Street Fighter II



1.   a) Game Play :
           Permainan ini memiliki delapan karakter yang bisa dimainkan, semua dengan special moves mereka sendiri (dengan pengecualian mungkin Ken) dan tahapan, atau berkelahi di daerah lokal, khusus untuk karakter pemain mereka. terlibat dalam 1-on-1 perkelahian, di mana  pemenang ditentukan sekali pemain membunuh musuh mereka, mengetuk mereka keluar. biasanya pertandingan dimenangkan dengan memenangkan 2 sampai 3 putaran, tetapi jika KO double atau permainan draw maka akan menghasilkan putaran tambahan. Sebuah Game draw biasanya terjadi ketika waktu hitungan mundur untuk satu putaran mencapai angka nol sementara kedua pemain memiliki life point yang sama.

      b) Game Challenge (s) :
          Arcade Mode
       Pemain memilih karakter dan kemudian melawan masing-masing tujuh karakter lainnya di tanah air mereka.
          Versus mode
                Dua pemain menghadapi dan melawan satu sama lain, semua karakter dan fitur yang terlihat di Arcade Mode yang hadir. Para pemain juga diizinkan mendirikan rintangan individu untuk satu sama lain dan memilih apa tingkatan yang ingin mereka mainkan.

      c) Challenge's Solution
             Pemain dapat memilih karakter yang dapat diandalkan untuk melewati rintangan pada game tersebut.

2.   a) Victory Condition
             Life point lawan mencapai nol, atau jika waktu hitung mundur mencapai nol, life point player lebih banyak dari pada lawan.

      b) Achievement
                Unlock pemain dan tempat, High Score, Bonus stage minigame

3.   a) Player's Role : Character Player
      b) Pretending to be Someone / Something : Pemain Street Fighter

4.   a) Game's Setting : Modern Era
      b) Place (s) : USA, Japan, Brazil, China, India

5.   a) Interaction Model : Joystick
     b) Avatar / Combination : Player dapat memilih character yang akan dimainkan dari list – list character yang sudah disediakan.

6.   Game Perspective : First Person, Second Person

7.   a) Mode Game : Difficulty 1 - Difficulty 7
      b) Function per Mode : Super Combos

8.   a) Type Game : Single Player, Multiplayer
     b) Multiplayer Mechanism : Pemain dapat berkompetisi dengan pemain lainnya melalui console yang sama dengan menggunakan joystick yang berbeda.

9.   Game Story : -



10. Genre Game : Fighting Game

11. a) Target Market : Semua umur
      b) Daya Tarik dalam Game : Turnamen Battle


www.binus.ac.id

Kamis, 13 Maret 2014

Game Design

1. Map :


    Keterangan :  ~~~  : Main road
                           ---    : Secret passage (for infantry)
                           ***   : tree (obstack)

2. Gameplay :
    Resource, mengumpulkan point, membangun building, membentuk pasukan

3. Mechanics : 
  • Start point game : 5000
  • Point digunakan untuk bangun building, upgrade building, bentuk pasukan
  • Hanya building yang bisa di upgrade
  • Upgrade bisa 4 kali
  • Tipe building :
          1. Home -> membentuk daerah untuk bisa bangun building lainnya
          2. Baraks -> membentuk pasukan infantry
          3. Factory -> membentuk tank
          4. Research -> supaya bisa upgrade building
  • Tipe troops :
          1. Infantry
          2. Tank
  • Win condition : Camp musuh hancur
  • Lose condition : Main camp hancur
4. Character design :
    Infantry Atribut                     Tank Atribut
    HP          : 250                     HP          : 500
    Attack     : 75                       Attack     : 150
    Speed     : 25                      Speed     : 5
    Defense  : 20                      Defense  : 40
    Range     : 10                      Range     : 30

5. Item design :
    Mini map -> didapat setelah melakukan upgrade home 2 kali



Rabu, 05 Maret 2014

Perkembangan Game dari tahun 2007 - sekarang


Perkembangan teknologi sangat berpengaruh terhadap perkembangan game, dimana perubahannya akhir-akhir ini makin pesat berkembang. Pada sekitar awal dekade 80-an, sebenarnya sudah ada persaingan ketat antar perusahaan game dalam memasarkan produknya. Game yang populer dengan nama video game ini hanya bisa dimainkan oleh satu atau dua orang pemain pada sebuah console. Pesawat televisi dibutuhkan sebagai media tampilan. Jenis game-nya juga masih sangat sederhana dengan grafik yang sangat kasar. Tampilannya mirip seperti game dari bahasa program Java, yang bisa dimainkan di handphone sekarang ini. Perusahaan game yang terkenal pada saat itu adalah Atari, Sega dan Nintendo.


Video game atau Console game ini adalah sebuah bentuk dari multimedia interaktif yang digunakan untuk sarana hiburan. Game ini dimainkan dengan menggunakan sebuah alat yang bisa digenggam oleh tangan dan tersambung ke sebuah kotak alat atau console. Alat yang digenggam tangan tadi dikenal dengan nama joystick. Isinya adalah beberapa tombol-tombol sebagai kontrol arah maju, mundur, kiri dan kanan, dimana fungsinya adalah untuk berinteraksi dan mengendalikan gambar-gambar di layar pesawat televisi. Game ini juga biasanya dimainkan dengan memasukan sebuah keping CD yang bisa diganti-ganti atau cartridge yang harus dimasukkan ke dalam game console.
Video game dengan console kini juga sudah berkembang pesat. Saat ini, pemain yang cukup dominan adalah X-Box dari Microsoft dan PlayStation keluaran Sony. PlayStation (PS) telah sukses dengan PSP-nya yang portable dan PS2 yang fenomenal karena harganya yang cukup murah. Saat ini di pelosok perumahan umumnya terdapat rental PS2 yang bisa dimainkan dengan biaya berkisar hanya Rp.2.000 per jam. PlayStation ini sendiri telah mengeluarkan versi baru, yaitu PS3 dengan harga banderol yang masih mahal, Rp.7 juta-an per unit (pada pertengahan 2007). Tidak diragukan lagi, tampilan dan akselerasinya jauh lebih halus dan cepat dari generasi pendahulunya.
Para gamers lama kelamaan menginginkan suatu permainan yang tidak saja dapat dimainkan oleh 2 orang, tapi juga bisa dimainkan secara massal dan bersamaan tanpa memandang jarak misalnya antar daerah satu yang lainnya hingga menembus jarak antar negara. PlayStation dan X-Box pun tampil sebagai sebuah console yang sudah bisa dimainkan secara online.


Selain dari console, game juga bisa dijalankan dari personal computer (PC) atau sering juga disebut juga PC game. Game di PC tidak kalah menariknya dibanding dengan di console. Mari kita lihat bedanya.
Di dalam video game atau console game kita menemukan adanya lingkungan bermain game yang lebih sederhana dibanding pemain di PC game, bukan hanya terutama karena keterbatasan fitur dari joystick, tapi karena disebabkan keterbatasan teknologi di dalam perangkat keras (hardware) pada console serta output resolusi visual yang secara potensial lebih rendah.
Seperti kita ketahui, pada setiap PC umumnya terdapat sebuah keyboard dan sebuah mouse yang bisa digunakan dalam desain permainan game yang lebih kompleks. Gambar grafik yang ditampilkan di PC game lebih hidup dan tajam, tergantung dari pemakaian display adapter card atau video card yang digunakan pada mainboard komputer. Semakin mutakhir dan besar kapasitas memori video card-nya, maka semakin halus pula resolusi dan akselerasi game-nya. Sedang console game biasanya dimainkan di televisi, dimana ketajaman gambar lebih rendah dan game biasanya dimainkan dari jarak dekat.
Jenis game yang tersedia untuk sebuah video game atau console ditentukan dari tuntutan pasar dan tren. Video game atau console menurut anggapan banyak orang, lebih dianggap sebagai mainan anak-anak kecil, sedangkan PC adalah mainan mereka yang lebih ‘dewasa’. Karena itu, beberapa tahun lalu, console lebih banyak terlihat memainkan game yang lebih sederhana, seperti platform games, tembak-menembak (shoot-em-up) dan pukul-memukul (beat-em-up). Sedang PC game lebih didominasi ke genre RPG, strategi dan simulasi.


Dengan adanya perkembangan video game atau console diantara pasar orang dewasa, perbedaannya dengan PC game juga semakin berkurang. Akhir-akhir ini strategy games, role-playing games dan game simulasi, walau tidak sebanyak di PC game, sudah bisa didapatkan di video game.
Awalnya, jika kita bermain sendiri di PC atau komputer, yang menjadi lawan kita adalah komputer itu sendiri. Tetapi dengan sistem jaringan (LAN: local area network), kita bisa melawan orang lain pada komputer yang terpisah, yang lebih dikenal dengan istilah multiplayer. Untuk dapat memainkannya, kita harus menghubungkan PC atau komputer ke sekelompok PC lain yang saling terhubung. Multiplayer game ini bisa dimainkan dengan jaringan lokal tanpa akses internet, tetapi bisa juga dengan menggunakan akses internet. Multiplayer game yang tidak membutuhkan akses internet disebut juga sebagai LAN game.
Di Indonesia sendiri, sejak tahun 2000-an, LAN game didominasi oleh game tembak-menembak, diantaranya Counter Strike (CS) dan game strategi Warcraft. Game ini masih memiliki keterbatasan dalam jumlah pemain. Lawan kita dalam game hanya terbatas pada jumlah PC yang terhubung dalam jaringan lokal tersebut. Jika game tadi ingin lebih dimainkan secara massal, secara bersamaan dan tanpa mempertimbangkan jarak, maka PC itu harus terhubung dengan jaringan internet. Karena dari aplikasinya yang harus terhubung atau online dengan internet, maka banyak orang menyebutnya sebagai online game.



Game berarti “hiburan”. Permainan game juga merujuk pada pengertian sebagai “kelincahan intelektual” (intellectual playability). Sementara kata “game” bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Ada target-target yang ingin dicapai pemainnya. Kelincahan intelektual, pada tingkat tertentu, merupakan ukuran sejauh mana game itu menarik untuk dimainkan secara maksimal.
Menurut Alan Shiu Ho Kwan (2000), setidaknya ada enam faktor yang melatari seseorang bermain games: adanya tawaran kebebasan, keberagaman pilihan, daya tarik elemen-elemen game, antarmuka (interface), tantangan dan aksesibilitasnya. Berdasarkan pengertian di atas, dapat kita simpulkan bahwa hampir seluruh manusia pasti pernah bahakan menyukai games, termasuk mahasiswa. Untuk itu akan dibahas mengenai sejarah perkembangan games di komputer dan juga perkembangannya, serta pengaruhnya terhadap mahasiswa.
Perkembangan games sangat pesat. Games yang pertama hanya berupa permainan tenis for two pada Osiloskop. Kemudian berkembangan hingga games 3 Dimensi bahkan sekarang berrkembang menjadi games on line yang mayoritas disukai oleh para pelajar dan mahasiswa. Games juga dapat dioperesikan di berbagai sistem operasi, seperti Windows maupun Linux. Hal itulah yang saat ini dikhawatirkan oleh para orang tua pelajar dan mahasiswa.
Games sebenarnya sangat penting untuk perkembangan otak manusia. Seorang manusia akan mulai berpikir jika sudah dihadapkan dengan sebuah masalah. Sedangkan, pada sebuah games, kita dihadapkan dengan berbagai macam masalah dan kita dituntut untuk memecahkannya sedemikian rupa sehingga kita dapat menyelesaikan atau bahkan kita dapat memenangkan permainan/games yang kita mainkan.
Tetapi dibalik semua keuntungan tersebut, terdapat suatu ancaman yang hingga saat ini masih menjadi sebuah tantangan bagi para pemain games, yaitu kecanduan games. Masalah tersebut justru membuat para pengelola industri games kegirangan. Dengan begitu produk games yang mereka tawarkan dapat laris di pasaran. Tetapi tidak bagi para pemain atau pecandu games. Mereka menjadi ketagihan dan tidak dapat melepaskan diri dari ketergantungan untuk tetap memainkan games favorit mereka dengan frekuensi permainan yang dapat menganggu kegiatan.


www.binus.ac.id